Posts filed under 'the dreaming of my silent'
kisah tentang dia yang pernah singgah
Dalam terang sedang mengukir malam, aku berfikir arti dan makna tentangnya. Tentang dia yang selalu memuja cinta.
Tak pernah kurasakan simfoni untukku dalam setiap gerakan bola matanya. Tak juga pernah ku rasa belaian untukku di setiap polah tangannya. Hanya selalu perhatian dan tatap matanya mengikutiku di setiap pertemuan kami. Atau aku memang perempuan es yang tak lagi bisa merasa?
Sampai detik ini, entah apa yang selalu dia ucapkan, tak pernah lagi sampai di otakku. Bukan karna raga ini tak bisa mencernanya, tapi karna memang sudah ku tata sedemikian rupa agar tak lagi mencernanya.
Kedangkalan hatiku yang masih beranjak tumbuh begitu sakit dilukai kata-katanya kala itu yang kutahu sengaja dia lontarkan tapi bukan untukku. Tujuannya bukan lagi menyakitiku. Tapi hanya dengan satu kalimat, cinta dalam hatiku yang mungkin sedang bersemi seakan membeku seketika. Tak ada lagi sepatah kata yang bisa kulontarkan setelahnya. Hanya senyuman selamat tinggal untuk mengakhiri harapan yang mulai mendesak untuk diperhatikan.
Saat itu aku masih mengeja kata cinta dalam fase hidupku ini. Tak bisa kumengerti maknanya pun saat ini. Apa arti keberadaan dia kala itu?
Add comment Juni 29, 2009
marahku
terpurukku dalam keadaan
terjatuhku dalam lubang
tertatihku dalam luka
tenggelamku dalam suasana
hilang, musnah, luruh
bangkitku dalam mega
sanjungku dalam putus asa
munculku dalam teori
tamparku dalam lamunan
tersiksa, berang, gusar
Add comment Juli 7, 2008
bahagiaku, milikmu kah??
bahagiaku, milikmu kah??
bahagia nan kutuliskan di kertas ini
milikmu kah?
bahagia yang terukir di hati ini
milikmu kah?
bahagia yang sarat di benakku
milikmu kah?
bahagia yang tertanam dalam jiwa ini
milikmu kah?
bahagia yang tumbuh di akar nan rapuh ini
milikmu kah?
1 comment Juli 3, 2008
isakku
ISAKKU
asaku kian tinggi
menembus batasku mencapai logika
tak mampu ku menahan
sebuah rasa yang kubanggakan
kian jadi murni semua pikiranku
kian jadi gamang semua jiwaku
ku ingin semua tak kan lagi
merenggut jiwaku dari tubuhku
1 comment Juni 27, 2008
untuk kawanku yang patah
semakna untuk kawanku yang patah
satu hal yg pasti kawan
jikalau antara dia dan dirimu ada benteng yg kuat
benteng tu tak kan tegar selamanya
ada kala benteng itu rapuh dan kau mampu menyelinap antaranya
menyelinap dalam jiwanya
takhlukan asanya
rengkuhi egonya
suatu saat yg pasti, jikalau kau ingin menunggu
bukan hanya tubuhnya, jiwa ataukah ruhnya
tapi dirinya secara utuh, jika dia memang takdirmu kawan
Add comment Juni 27, 2008
